Vaksinasi Pra Nikah, Solusi Cegah Risiko Penyakit Kanker dan Penyakit Menular di Masa Depan

Fimela.com, Jakarta Menjalankan pre marital check up atau pemeriksaan kesehatan pra nikah merupakan sebuah tindakan pencegahan yang wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan pada diri sendiri, pasangan, maupun keturunan ke depannya. 

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik secara lengkap, pemeriksaan penyakit hereditas (misalnya gangguan kelainan darah), pemeriksaan penyakit menular, pemeriksaan organ reproduksi dan pemeriksaan alergi. Selain pemeriksaan kesehatan tersebut, saat ini vaksinasi juga penting bagi pasangan yang akan menikah dan ingin memiliki momongan untuk mencegah risiko kanker dan penularan penyakit berbahaya. 

Oleh karena itu, menyadari pentingnya vaksinasi pra nikah, MSD Indonesia terus mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya vaksinasi premarital dan melakukan vaksinasi sedini mungkin. Harvard Medical School melalui artikel pada Harvard Health Publishing menyampaikan pertimbangan beberapa vaksin berikut sebagai bagian dari persiapan pernikahan dan perencanaan kehamilan, seperti Vaksin Human Papillomavirus (HPV): Vaksinasi HPV dapat mencegah lebih dari 90% kanker yang disebabkan oleh HPV. Vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 9 tahun.

Vaksin HPV yang diberikan sebelum berumur 26 tahun akan lebih efektif dan bermanfaat karena pada rentang usia ini belum terpapar HPV. Dengan kata lain vaksinasi akan lebih efektif jika diberikan kepada orang yang belum pernah berhubungan seks. Namun, vaksinasi tetap dapat diberikan untuk mereka diatas usia 26 tahun. 

Vaksin Campak, Gondongan, dan Rubella (MMR): Centers for Disease Control and Pevention (CDC) dalam panduannya menyatakan bahwa proteksi terbaik menghindari rubella adalah vaksinasi MMR. Jika belum pernah mendapatkan vaksinasi ini, segera lakukan sebelum terjadi kehamilan. Mendapatkan vaksinasi yang lengkap dapat menghindarkan ibu dan bayi dari penyakit serius. Contohnya, rubella dapat menyebabkan keguguran dan cacat pada bayi. Vaksin Human Papillomavirus (HPV) bermanfaat untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh HPV.

Virus ini merupakan salah satu virus yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual karena transmisi HPV umumnya terjadi melalui hubungan seksual atau sentuhan skin-to-skin yang erat. WHO (World Health Organization) memperkirakan hampir semua kasus kanker serviks (99%) berhubungan dengan infeksi human papillomavirus (HPV) risiko tinggi, yaitu virus yang sangat umum ditularkan melalui hubungan seksual. 

Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat mulai diberikan sejak usia 9 tahun. 

Lebih lanjut, Advisory Committee on Imunization Practices (ACIP) juga menyarankan vaksinasi untuk semua orang hingga usia 26 tahun jika belum mendapatkan vaksinasi lengkap sebelumnya. Sementara itu, untuk orang dewasa berusia di atas 26 tahun (27-45 tahun), ACIP merekomendasikan pengambilan keputusan klinis bersama dokter untuk vaksinasi HPV. Karena, perlindungannya mungkin tidak semaksimal jika vaksinasi diberikan sebelum usia 26 tahun. Tapi, tetap lebih baik daripada tidak mendapatkan vaksinasi sama sekali. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *