Pursed Lip Breathing, Redakan Cemas Hingga Gejala PPOK

Halo Sahabat Sehat! Pursed lip breathing adalah teknik pernapasan dengan menarik napas melalui hidung dan mengeluarkan udara melalui mulut secara perlahan. Teknik pernapasan ini umum digunakan saat melakukan aktivitas fisik. Memiliki manfaat utama untuk mengontrol kecepatan atau laju napas, sehingga seseorang dapat bernapas dengan lebih baik. Ini juga membantu kamu untuk memasukkan lebih banyak oksigen ke paru-paru.

Cara ini dapat digunakan untuk meredakan gejala sesak napas, misalnya pada penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang merupakan kombinasi dari bronkitis kronis dan emfisema. Apa saja manfaatnya dan bagaimana cara penerapannya?

pernapasan
Foto: Freepik.com

Manfaat pursed lip beathing

Pursed lip beathing dapat meningkatkan mekanisme paru dan pernapasan sekaligus, artinya kamu tidak perlu bekerja terlalu keras untuk bernapas dengan baik. Hal ini sangat berguna bagi orang-orang dengan gangguan kesehatan paru yang membuat mereka lebih sulit bernapas. Kondisi ini dapat mencakup penyakit paru obstruktif, seperti asma, dan penyakit paru restriktif, seperti pulmonary fibrosis, yang merupakan salah satu jenis penyakit paru interstitial.

Pursed lip beathing juga digunakan sebagai bagian pengobatan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Orang dengan kondisi ini mengalami penurunan fungsi paru dan kemampuan bernapas. Penyakit ini membuat paru membengkak, sehingga kemampuan untuk menghembuskan udara berkurang dan jadi kesulitan untuk bernapas.

pernapasan
Foto: Freepik.com

Selain itu, menerapkan pursed lip beathing juga dapat memberikan relaksasi secara keseluruhan. Dengan menarik napas dalam secara konsisten, kamu dapat menenangkan sistem saraf pusat, yang memberikan efek relaksasi pada seluruh tubuh. Hal ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.

Bagaimana Cara Melakukannya?

Duduklah dengan punggung lurus atau berbaring. Rilekskan bahu, sampai nyaman mungkin. Tarik napas melalui hidung selama dua detik, rasakan udara bergerak ke perut. Cobalah untuk bernapas dengan perut juga, bukan hanya paru-paru saja.

Kerutkan bibir, seolah-olah kamu sedang meniup makanan panas, lalu hembuskan napas secara perlahan, dengan waktu yang dua kali lebih lama untuk menghembuskan napas dibandingkan saat kamu menarik napas, kemudian ulangi. Seiring waktu, kamu dapat meningkatkan jumlah tarikan dan embusan napas dari 2 detik menjadi 4 detik, dan seterusnya.

Teknik pernapasan ini dapat bermanfaat bagi Sahabat Sehat yang sedang cemas atau ingin meredakan gejala PPOK. Tetapi, di samping menerapkan cara ini, kamu juga perlu mendapat penanganan dari dokter, terutama bila mengalami gejala lebih serius.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Neta Mustikasari

Mahasiswa ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *