Penyebab Telinga Tidak Bisa Mendengar Sebelah yang Bikin Panik

Infeksi virus

Menurut Hear It, sejumlah besar pasien dengan gangguan pendengaran sensorineural ditemukan memiliki infeksi saluran pernapasan bagian atas yang dalam. Infeksi ini biasanya terjadi sekitar satu bulan sebelum timbulnya gangguan pendengaran. Virus yang telah dikaitkan dengan gangguan pendengaran termasuk gondongan, campak, rubella, meningitis, sifilis, dan AIDS.

Trauma bagian kepala

Trauma kepala dapat menyebabkan gangguan pendengaran dengan memengaruhi sel-sel rambut di telinga, gendang telinga, atau tulang. Trauma ini dapat berupa benturan ringan hingga kecelakaan lalu lintas parah yang merusak area di dekat telinga.

Obat-obatan

Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit secara kronis dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak, dan penggunaan insektisida seperti malathion dan metoksiklor juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak pada kedua telinga.

Terpapar Suara Keras

Salah satu penyebab dari telinga tidak bisa mendengar sebelah adalah terpapar atau mendengar suara yang sangat keras. Kondisi ini bisa terjadi ketika kamu sedang nonton konser atau berada di dekat pengeras suara.

Pengeras suara (sound system) yang ada di suatu konser mempunyai fungsi untuk menghantarkan suara ke seluruh area konser.

Duduk di dekat sound system selama konser bisa berisiko karena paparan suara keras dalam waktu lama dapat menyebabkan ketulian sementara atau permanen.

Selain sound system pada konser, suara dari televisi, gadget permainan elektronik, atau earphone juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud

Menggunakan cotton bud atau alat pembersih lainnya dapat menyebabkan cedera telinga dan tuli sebagian. Hal ini karena membersihkan telinga tidak diperlukan. Telinga manusia mampu membersihkan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu dibersihkan secara manual.

Membersihkan telinga hanya boleh dilakukan jika terdapat penyumbatan yang mempengaruhi pendengaran. Menggunakan cotton bud secara tidak benar dapat menyebabkan kerusakan pada gendang telinga dan juga dapat memengaruhi pendengaran.

Dianjurkan untuk tidak membersihkan telinga yang tidak perlu. Jika ada kekhawatiran mengenai pendengaran, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Merokok atau Vaping

Baik merokok maupun vaping telah ditemukan memiliki efek negatif pada telinga. Nikotin yang ada dalam rokok berpotensi menghambat aliran darah ke telinga dan menimbulkan risiko bagi kesehatan sel-sel telinga.

Merokok meningkatkan risiko kerusakan pendengaran baik bagi perokok maupun mereka yang terpapar asap rokok. Penelitian menunjukkan bahwa perokok pasif mungkin memiliki risiko ketulian yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang tidak terpapar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *