Mengenal Passionflower dan Manfaatnya – linisehat.com

Hallo Sahabat Sehat! Jenis bunga sangatlah beragam, dari mulai bunga yang hanya dijadikan hiasan, edible flowers dan bunga yang dijadikan sebagai obat. Tapi di antara itu semua, apakah kamu pernah mendengar tentang passionflower? Bunga ini dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Benarkah begitu?

Passionflower

Bunga ini bergenus Passiflora terdiri dan ada 500 spesies yang ditemukan sebagai besar di daerah hangat dan tropis. Passiflora berasal dari kata latin “Passio” yang ditemukan oleh orang Spanyol pada tahun 1629. Bunga ini di India Barat, Belanda, Meksiko, bagian Selatan Amerika, Italia, dan Argentina digunakan sebagai obat tradisional. Passiflora mengandung beberapa senyawa antara lain alkaloid, fenol, flavonoid glikosil dan senyawa sianogenik.

passionflower
Ftoo: Freepik.com

Nama lain dari passionflower adalah maypop, apricot vine, maracuja, dan water lemon. Salah satu spesies dari genus ini bernama P. incarnata (Passifloraceae) lebih populer daripada spesies lain. P. incarnata menyebarkan luas dikalangan pendaki, penduduk asli Amerika Serikat, dan sering ditanam sebagai tanaman hias.

Manfaat passionflower

Passionflower jenis P. Incarnata dalam sebuah penelitian dapat membantu meredakan gejala kecemasan. Passionflower memiliki efek menenangkan kecemasan (ansiolitik) yang dibuktikan dalam beberapa studi pra klinis. Salah satunya pada uji pra klinis tahun 2016 yang telah membuktikan bahwa passionflower dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan daya ingat pada tikus. Hal tersebut dipengaruhi kadar GABA (Gamma-Aminobutyric Acid) pada P. Incarnata.

manfaat passionflower
Foto: Pexels.com

Selain itu, zat GABA juga akan mempengaruhi kinerja otak menjadi perlahan sehingga lebih rileks dan tidur nyenyak. Jenis Passiflora foetida baik untuk pencernaan. Dalam sebuah penelitian, berpotensi mengobati tikus dengan tukak lambung.

Nah, selain itu dapat mengurangi gejala menopause. Dalam satu penelitian, terdapat penurunan gejala yang signifikan pada panelis, termasuk sakit kepala, depresi, insomnia, dan kemarahan, dibandingkan dengan kelompok kontrol setelah mengonsumsi P. incarnata selama 3–6 minggu.

Keamanan konsumsi passionflower

Menurut FDA, passionflower umumnya diakui aman. Namun ada beberapa efek samping seperti, pusing, reaksi alergi, kebingungan, kantuk dan gerakan tidak terkoordinasi (ataksia) yang dialami oleh beberapa orang. Passionflower juga dapat bereaksi dengan obat-obat tertentu dan disarankan tidak dikonsumsi dengan obat penenang. Ibu hamil dan menyusui juga tidak disarankan mengonsumsinya karena dapat memicu kontraksi rahim. Passionflower dapat berupa ekstrak, essential oil, kapsul maupun kering.

Sahabat Sehat, passionflower juga dapat dikonsumsi sebagai teh, kamu bisa mencobanya. Namun, tidak dengan konsumsi yang berlebihan dan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dosis konsumsi passionflower dalam bentuk obat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

McMillen, M. 2023. Passionflower. https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/passionflower-uses-and-risks. Diakses 28 Juli 2023.

National Center of Complementary and Integrative Health. 2020. Passionflower. https://www.nccih.nih.gov/health/passionflower#:~:text=Today%2C%20passionflower%20is%20promoted%20as,burns%20and%20to%20treat%20hemorrhoids. Diakses 26 Juli 2023.

Patel, S., Verma, N., & Gauthaman, K. (2009). Passiflora incarnata Linn: A review on Morphology, Phytochemistry, and Pharmacological Aspects. https://phcogrev.com/article/2009/3/5-19. Diakses 26 Juli 2023.

Stinson, A. 2018. Benefits of passionflower for anxiety and insomnia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323795. Diakses 26 Juli 2023.

Trifiana, A. 2021. Diklaim Bisa Menenangkan, Ini Manfaat Passion Flower. https://www.sehatq.com/artikel/diklaim-bisa-menenangkan-ini-manfaat-passion-flower. Diakses 26 Juli 2023.

About the Author

Neta Mustikasari

Mahasiswa ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *